tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasit">
Victorian Philharmonic Orchestra - Hari Merdeka.Mp3
Victorian Philharmonic Orchestra - Indonesia Raya.mp3
Victorian Philharmonic Orchestra - Rayuan Pulau Kelapa.mp3
Victorian Philharmonic Orchestra - Indonesia Pusaka.Mp3
Victorian Philharmonic Orchestra - Berkibarlah Benderaku.mp3
Victorian Philharmonic Orchestra - Bangun Pemudi Pemuda.mp3
Victorian Philharmonic Orchestra - Tanah Airku.mp3
Victorian Philharmonic Orchestra - Mars Pancasila.mp3
Victorian Philharmonic Orchestra - Syukur.Mp3
02.Bagimu Negeri.MP3
Cokelat 01 - Satu Nusa Satu Bangsa.mp3
Cokelat 02 - Tanah Air.mp3
Cokelat 03 - Kebyar-Kebyar.mp3
Cokelat 04 - Cinta Damai.mp3
Cokelat 05 - Syukur.mp3
Cokelat 06 - Bangun Pemudi Pemuda.mp3
Cokelat 07 - Ikrar Kami.mp3
Cokelat 08 - Halo-Halo Bandung.mp3
Cokelat 09 - Bendera [New Version].mp3
Cokelat 10 - Hari Merdeka.mp3
No comments:
Post a Comment